K U N C I - M E N U J U - K E S U K S E S A N

Seperti yang kita ketahui, bahwa semua manusia menginginkan hidup bahagia, berkecukupan dan berkesinambungan, tapi itu semua tidak mudah dicapai ataupun diraih karena manusia sejak lahir telah diwarisi sifat dengki atau ketidakpuasan, sehingga hal ini menyebabkan dampak buruk bagi manusia yang tidak dapat mengatasi-nya, seperti:

1. Berbuat curang dan jahat untuk memiliki sesuatu yang tidak dimilikinya.

2. Keserakahan, maksudnya Ia ingin memiliki apa yang dimiliki orang lain, dan ia bercita-cita untuk menjadi yang terhebat, maka ia memakai cara apapun untuk meraihnya tanpa menghiraukan manusia yang menjadi korban keserakahannya, contohnya: seperti yang terjadi di negara Indonesia ini.

3. Karena tidak dapat memiliki barang yang ia inginkan, maka ia memaksakan kehendaknya pada orang lain dengan perbuatan yang hina, seperti merampok, menjarah atau menipu.

Kita tak perlu kuatir atas sifat dengki dan ketidakpuasan tersebut, karena hal tersebut dapat pula membawa dampak yang positif , bila manusia dapat mengendalikannya dan mengarahkan ke persaingan yang bersifat sehat dan jujur, misalnya:

Negara A telah mencapai teknologi yang super canggih, dan hal ini membuat Negara B merasa iri. Oleh karena itu, negara B memutuskan untuk mempelajari dan memperbaharui teknologi yang dapat melebihi teknologi Negara A. Karena B benar-benar menekuni bidangnya itu, maka 20 tahun kemudian, apa yang diinginkan Negara B tercapai pula! "Persaingan ini membawa dampak positif yang mempengaruhi peradaban manusia yang selalu maju selangkah demi selangkah menuju ke peradaban yang lebih maju".

Untuk mengatasi rasa ketidakpuasan itu, manusia harus berusaha sekuat mungkin untuk meraihnya. Namun apabila ternyata usaha keras tersebut belum dapat membuahkan hasil, maka manusia harus mengintropeksi dirinya sendiri, dan mencari apa yang menjadi halangan baginya untuk menuju pintu kesuksesan, dan merubah strategi untuk mengatasinya. Bila perlu ceritakanlah masalah Anda kepada orang yang anda anggap cukup bijak dan mintalah kritikan/ petunjuk darinya.

Saya mengatakan hal ini karena manusia seringkali tidak menyadari pentingnya menekuni usaha-usaha yang ternyata tidak tidak membuahkan hasil, tanpa memikirkan apa yang menjadi kendala/ halangan pada usahanya itu. "Petunjuk: Ingatlah untuk selalu mempelajari pengalaman-pengalaman pahit yang telah terjadi dan carilah apa yang menjadi penyebabnya, sehingga di kemudian hari, kita dapat terhindar dari kesalahan-kesalahan sama yang pernah terjadi"


Apabila kita telah dapat mencari kesalahannya itu, dan telah mempunyai untuk konsep untuk menjalankan usaha yang baru, maka hal yang perlu diperhatikan dalam menjalankannya, ialah:

1. Harus mempunyai Target yang tepat, maksudnya: Jangan terlalu mengada-ada/ mengkhayal untuk meraih sesuatu yang jauh dari kemampuan kita. Misalnya: sekarang target si A meraih nilai 100, padahal nilai sebelumnya ia hanya selalu meraih nilai 6 dan nilai tertingginya hanya nilai 7 saja. Dalam hal ini, sebaiknya si A jangan terlalu menargetkan hal yang diluar kemampuannya. Seharusnya, ia menargetkan untuk meraih nilai 8 dahulu. Setelah meraih nilai 8, baru memulai target ke nilai 9, dan bila dapat meraih nilai 9, barulah ia boleh menargetkan nilai 100. "Melaksanakan segala hal harus dilakukan setahap demi setahap, barulah dapat merasakan hasil yang mantap."

2. Harus mempunyai keuletan/ kerajinan, maksudnya Jangan pernah mengeluh / puas diri atas suatu hal yang sedang kita jalani karena hal tersebut dapat membuat kita menjadi malas dan pada akhirnya akan membuat diri kita menjadi semakin mundur. Ini akan membuahkan hasil yaitu Buah Kegagalan.

3. Harus mempunyai Tanggung Jawab, dalam arti selalu melaksanakan segala sesuatu sampai tuntas sesuai tugas atau kewajibannya. Apabila hal tersebut kita jalankan dengan rasa setengah-setengah, maka hasil yang akan kita perolehpun tidak akan maksimum, alias setengah-setengah pula. Hal ini jelas akan memperlambat proses kesuksesan orang tersebut.

4. Harus mempunyai Semangat, Maksudnya, Bila kita melakukan hal tanpa adanya semangat, maka ini dapat mengakibatkan suatu hal yang sangat fatal, yaitu: dapat mimbulkan kejenuhan, patah semangat atau pikiran pesimis/negatif. Hal ini tentunya akan merusak segala strategi yang telah ia susun dengan sempurna karena dirinya sudah tidak bergairah untuk berpikir optimis dan segar. Umumnya orang yang tidak bersemangat, merupakan 'kartu mati' karena hal ini dapat menganggu konsep dan persepsi (=cara berpikir dan cara pandang) orang tersebut. "Seperti yang kita ketahui bahwa yang membedakan manusia dan binatang itu ialah AKAL - BUDI maka apabila akal manusia itu sudah kacau, maka segala yang ia lakukan itu pun akan sia-sia belaka.

5. Harus mempunyai kesehatan yang baik, Maksudnya: Jangan terlalu memaksakan diri bila badan terasa kurang enak atau lelah, karena ini membuat kesehatan kita memburuk. Dan apabila kesehatan kita memburuk terus-menerus dari hari ke hari, maka segala hal yang telah kita bina akan menjadi sia-sia saja. "Seperti pepatah mengatakan Sedia payung sebelum hujan, Maksudnya Bersiap-siaplah sebelum hal-hal yang tidak diinginkan itu terjadi."

6. Harus mempunyai Kepekaan yang baik, maksudnya: Bila hal yang kita jalani terasa tidak mengalami kemajuan yang berarti, maka secara langsung kita harus mencari apa yang menjadi kendala/ halangan bagi usaha kita tersebut dan menerapkan cara baru yang lebih baik, tanpa harus merubahnya dari awal. Misalnya: di tahun 1999, suatu Mc Donald di Pasar Baru, mengalami penurunan omzet yang drastis, maka ini bukan berarti ia harus tutup usaha yang telah lama ia rintis. Melainkan ia harus peka dan mencari tahu, mengapa para konsumen jarang makan di tempatnya.

7. Nasib baik/ Berjodoh, Misalnya: Pak Anton menjalankan usaha hasil bumi, yaitu kopi. Berhubung ia masih baru dalam usaha ini, maka ia kurang mampu membedakan mana yang kopi kualitas A, B atau C. Walaupun ia telah 1 tahun menjalankan usaha ini, ia selalu saja mengalami kerugian, Maka suatu hari pegawainya yang kasihan kepada Pak Anton sebagai atasannya, memberitahukan bahwa pamannya ahli mengenal dan membedakan kopi kualitas A, B atau C. Berkat pemberitahuan pegawainya itu, maka Pak Anton dengan segera mengundang pamannya itu untuk mengajarinya, Dan setelah 3 bulan kemudian, usaha Pak Anton maju pesat dan penghasilannya meningkat hingga 400% dari sebelumnya. Dalam hal ini dapat dikatakan Pak Anton bernasib baik/ berjodoh untuk menjalankan usaha tersebut, ini semua berkat perkenalannya dengan paman dari pegawainya tersebut.

8. Menghargai waktu yang tersisa, maksudnya: belajarlah sesuatu yang belum pernah Anda pelajari atau kuasai, misalnya: dengan mengikuti beberapa kursus, seperti:


Untuk mengikuti 8 pola yang tercantum diatas, dibutuhkan mental dan persepsi/ sudut pandang yang baik. Karena tanpa adanya hal tersebut, maka anda akan mengalami kepincangan dalam menjalankannya. Maksudnya, paling barter anda hanya bisa mengikuti 3 dari 8 pola yang ada. Ini berarti bahwa Anda masih belum berhasil membina dan menempa diri Anda.

Saya sangat yakin bila anda dapat mengikuti semua pola-pola seperti yang saya jelaskan di atas dengan baik, maka saya dapat memprediksikan paling sedikit dalam 5 tahun akan terlihat hasilnya. Apabila anda ternyata orang yang berbakat dan berjodoh/ bernasib baik, maka tidak heran bila anda dapat meraih hasilnya dalam jangka waktu yang lebih cepat.

 Written by: Njo David

Last edited: 01 August, 1999 12:09 AM